Konservasi Lingkungan
PECINTA ALAM DITUNTUT LEBIH BERPERAN NYATA
Yogyakarta, Kompas - Keterampilan dan pengetahuan para mahasiswa pencinta alam sebaiknya mulai diterapkan untuk merespons isu-isu aktual di bidang lingkungan hidup. Visi konservasi lingkungan dan pengabdian pada masyarakat dituntut untuk lebih ditonjolkan sehingga manfaat kegiatan kepencintaalaman bermanfaat positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Aktualisasi kegiatan kepencintaalaman itu diangkat dalam Jogja Environment Week (JEW) 2006 yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Mapalaska Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 1-5 Maret. Pameran lingkungan ini sekaligus memperingati ulang tahun ke-25 Mapala Mapalaska dengan tema "Dua Puluh Lima Tahun Berguru pada Alam".
"Saat ini kami mulai menggabungkan antara budaya dan kegiatan lingkungan. Masyarakat sebenarnya telah memiliki kearifan-kearifan lokal untuk menjaga kelestarian alam. Berbagai kearifan lokal itulah yang terus kami gali dan diterapkan dalam kehidupan saat ini. Paling tidak kearifan lokal itu bisa memacu daya kritis masyarakat terhadap permasalahan lingkungan di sekitarnya. Misalnya, pembangunan mal-mal di Yogyakarta," ujar Riyanto, panitia JEW 2006, Kamis (2/3).






